Saturday, July 11, 2009

Seleksi Siswa Baru di Demak Ketinggalan

sma studnet registration high school student loan insurance education cheap life school quote public bank student consolidation demak girl smu demak shop high car bad credit claim for damage indonesian water , cewek demak kota kecamatanSeperti ditulis oleh : Teguh Argari Bisono, di http://suaramerdeka.com

SISTEM seleksi siswa baru di Demak jelas ketinggalan zaman dibanding dengan Kota Semarang, yang sudah menggunakan sistem online. Dinas Pendidikan Kota Semarang telah memakai teknologi modern yang memudahkan calon siswa SMP, SMK dan SMA untuk melakukan pendaftaran dari tempat mana pun melalui situs Ppd.disdik-kotasmg.org atau Www.disdik-kotasmg.org.

Pendaftaran bisa dilakukan dari rumah, kantor maupun rental internet. Asal ada komputer yang tersambung dengan jaringan internet, pendaftaran bisa dilakukan. Bahkan calon siswa harus mencetak formulir pendaftaran sendiri. Sebuah revolusi sistem seleksi yang memudahkan para calon siswa dan orangtuanya mendaftarkan diri ke tempat pendidikan yang mereka inginkan.


Melalui soft ware atau program tertentu, situs Dinas Pendidikan Kota Semarang tersebut juga mampu melakukan rekap pendaftar dan jurnal. Selain itu juga ada informasi cara pendaftaran, pemeringkatan, data sekolah dan daya tampung serta jumlah pendaftar pada tahun lalu. Alhasil, setelah memakai komputer di rumah, calon siswa dapat memilih sekolah yang paling berpeluang. Dari jurnal kita bisa mengetahui jumlah pendaftar, Nilai akhir calon siswa dan daya tampung sekolah.
Nilai Akhir
Nilai Akhir tersebut bisa menjadi patokan ketika kita harus menyekolahkan anak kita. Apabila Nilai Akhir masih berada dalam batas daya tampung sekolah tersebut, tentu saja calon siswa berpeluang untuk diterima.

Dengan melakukan analisis di depan komputer, alhamdulillah, dua anak saya telah berhasil diterima di SMA di Semarang. Tentu saja sebelumnya saya harus pintar-pintar memilih sekolah yang berpeluang untuk menerima anak saya. Bahkan saya sempat mengubah pilihan sekolah anak sulung saya pada tahun lalu karena ternyata Nilai Akhirnya berada dalam posisi yang gawat. Akhirnya setelah mencabut berkas dan memilih sekolah yang lain, anak saya berhasil diterima di SMA Negeri di Semarang.

Yang menarik Nilai Akhir calon siswa di Kota Semarang tidak hanya tergantung pada nilai UASBN atau Ujian Nasional saja, namun juga memperhatikan Nilai Kemaslahatan, Nilai Prestasi dan Nilai Lingkungan. Hal itu yang membedakan dengan sistem seleksi di Demak.

Dinas Pendidikan Kota Semarang terlihat lebih memperhatikan anak guru dan tenaga kependidikan di kota itu, tidak sebatas hanya memperhatikan anak guru dan tenaga kependidikan yang mengabdi di sekolah tersebut, seperti yang terjadi di SMP Negeri di Demak.

Dan penilaian Nilai Akhir tersebut dilakukan secara transparan karena para calon siswa dapat melihatnya di jurnal. Dinas Pendidikan Kota Semarang tak bisa seenaknya melakukan seleksi karena orang-tua siswa bisa memantau proses seleksi tersebut lewat situs.

Selain itu Dinas Pendidikan Kota Semarang juga memperhatikan anak yang miskin di lingkungan sekolah melalui tambahan nilai tinggi, yaitu 5 poin bila mendaftar di SMP dan 7 poin jika masuk SMA.

Hal itu merupakan upaya untuk mengangkat harkat kaum miskin melalui jalur pendidikan. Sayangnya, tambahan nilai untuk calon siswa SMP Negeri di Demak hanya bagi siswa yang berprestasi saja sehingga tidak ada prioritas untuk anak yang miskin.

Sudah saatnya Dinas Pendidikan Kabupaten Demak merintis kerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan pendaftaran secara online kepada calon siswa baru. Cara baru tersebut membuat sistem seleksi berjalan secara praktis, efisien, dan transparan. Calon siswa dapat memilih sekolah yang berpeluang besar dimasuki tanpa harus melihat jurnal pada masing-masing sekolah yang jaraknya bisa saja saling berjauhan.
Verifikasi
Hanya saja setelah proses pendaftaran berlangsung, pihak sekolah harus melakukan verifikasi yang nyaman dan menyenangkan bagi calon siswa dan orangtuanya. Saat verifikasi di suatu SMP Negeri di Kota Semarang, terlihat masih terjadi kerumunan yang berdesak-desakan untuk
memasukkan formulir pendaftaran. Mirip situasi yang terjadi di terminal atau stasiun menjelang lebaran.

Namun ada juga SMPN di Semarang yang melakukan proses verifikasi yang nyaman. Para calon siswa dan orang tuanya dimasukkan ke beberapa kelas, setelah itu baru dipanggil di tempat lain untuk dilakukan verifikasi.

Yang juga menguntungkan, dengan masuk SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Semarang bisa bersekolah gratis. Tak heran kalau banyak orang tua siswa yang tinggal di perbatasan Semarang menyekolahkan anaknya di kota lumpia itu. Namun sebenarnya, orang tua bisa berpartisipasi dalam pendidikan asal dilakukan dengan sukarela.

Oleh sebab itu peran komite sekolah sangat penting menjembatani kepentingan siswa dan sekolah. Bantuan orang tua memang masih diperlukan sepanjang tidak memberatkan mereka. Jangan sampai siswa yang sudah diterima, gagal bersekolah karena tidak mempu membayar SPI (Sumbangan Pembangunan Institusi). Untuk itu, memang sudah selayaknya kalau SPI bisa dibayar dengan cara mencicil, tidak harus tunai.

- Teguh Argari Bisono, pengurus Komite Sekolah di Demak

0 comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

The Pure of Wisdom

People who have a sincere policy is just a normal person. Something of the incredible human and extraordinary will not survive long. Who survive long is it - the simple and ordinary prose. All that is made will be lost their natural taste. Only natural that only the pure.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Orang yang memiliki kebijakan sejati hanyalah orang biasa. Sesuatu karya manusia yang menakjubkan dan luar biasa tidak akan bertahan lama. Yang bertahan lama adalah hal - hal yang sederhana dan biasa biasa saja. Semua yang dibuat akan kehilangan rasa alaminya. Hanya yang alami saja yang sejati.
 
© Copyright by angkatan 87 : SMA 1 DEMAK  |  Template by Blogspot tutorial